Kenapa Saya Memindahkan Blog ke VPS Seharga Rp80 Ribu

Selama bertahun-tahun tulisan saya tersimpan di dalam platform milik orang lain. Tampilannya memang bagus, tapi saya tidak benar-benar memilikinya. Hari ketika sebuah tulisan tersembunyi di balik dinding berbayar yang bukan saya buat, saya memutuskan memindahkan semuanya ke server kecil yang saya kendalikan sendiri.
Biayanya lebih murah daripada secangkir kopi
Sebuah VPS dasar harganya sekitar Rp60–90 ribu/bulan. Server kecil itu dengan senang hati melayani blog Next.js, menangani ribuan pengunjung, dan tidak pernah menawari saya paket berbayar tambahan.
Memiliki server berarti memiliki aturannya. Tidak ada perubahan fitur mendadak, tidak ada keterikatan pada satu platform.
Markdown adalah senjata rahasianya
Setiap tulisan yang kamu baca hanyalah sebuah file .md:
---
title: "Tulisan Saya"
date: "2026-05-28"
tags: ["pemikiran"]
---
Tulis **markdown biasa** di sini.Saat ingin menerbitkan, saya cukup commit dan push:
git add .
git commit -m "Tulisan baru"
git pushServer menarik perubahan itu dan melakukan build ulang. Itu seluruh alurnya.
Apa yang sebenarnya kamu pelajari
Self-hosting mengajari saya dasar-dasar yang membosankan tapi berguna:
- Cara kerja reverse proxy seperti Nginx
- Cara menjaga sebuah proses tetap hidup dengan PM2
- Cara sertifikat HTTPS diterbitkan dan diperpanjang
Tidak ada yang seseram yang saya bayangkan. Kalau kamu bisa menyalin dan menempel, kamu pasti bisa — Panduan Deploy menjelaskan setiap perintahnya.
Suka dengan artikel ini?
Beri dukunganmu dengan menekan tombol suka — bantu pembaca lain menemukan konten terbaik.

