Untuk pemula — tinggal ikuti & klik Salin
Cara memasang Cloudflare ke website
Cloudflare berdiri di depan website kamu sebagai "perantara": mempercepat loading (cache + CDN global), menyembunyikan IP server, dan memberi HTTPS gratis serta perlindungan dari serangan. Intinya cuma satu hal besar: mengarahkan domain kamu lewat Cloudflare dengan mengganti nameserver. Ikuti langkahnya di bawah — setiap nilai & perintah ada tombol Salin.
Lebih cepat
Cache + CDN di banyak negara.
HTTPS gratis
Sertifikat SSL otomatis.
Lebih aman
IP server tersembunyi, anti-DDoS.
Apa itu Cloudflare & kenapa dipakai
Saat ini, ketika orang membuka domainkamu.com, browser bertanya ke nameserverdomain "server-nya di mana?" lalu langsung menuju server kamu. Setelah pakai Cloudflare, pertanyaan itu dijawab oleh Cloudflare — jadi trafik mampir dulu ke Cloudflare, baru diteruskan ke server kamu.
SEBELUM: Pengunjung ─────────────────────────▶ Server kamu
SESUDAH: Pengunjung ──▶ ☁ Cloudflare ──▶ Server kamu
│
├─ simpan cache (lebih cepat)
├─ pasang HTTPS (gembok hijau)
└─ saring serangan (lebih aman)Yang perlu disiapkan
Cukup dua hal. Tidak perlu mengubah apa pun di server kamu untuk memulai.
Sebuah domain
Misal domainkamu.com yang kamu beli di Niagahoster, Namecheap, GoDaddy, dll.
Akses ke registrar
Bisa login ke tempat beli domain untuk mengganti nameserver.
Mau tahu nameserver domain kamu sekarang? Jalankan ini di terminal (opsional, sekadar untuk membandingkan nanti):
# cek nameserver domain kamu sekarang (Mac/Linux)
dig NS domainkamu.com +short
# atau di Windows:
nslookup -type=ns domainkamu.comDaftar akun Cloudflare (gratis)
Buka dash.cloudflare.com/sign-up, daftar pakai email & password, lalu verifikasi email. Paket Free sudah cukup untuk hampir semua website pribadi dan blog.
Setelah login, kamu akan melihat dashboard kosong dengan tombol besar Add a site / Add domain.
Tambahkan website kamu (Add site)
Klik Add a site, lalu ketik domain kamu tanpa https:// dan tanpa www. Contoh isinya persis seperti ini:
domainkamu.comTekan Continue, lalu pada pilihan paket pilih Free dan lanjut. Cloudflare akan mulai memindai DNS domain kamu.
blog.domainkamu.com. Subdomain diatur belakangan lewat DNS record.Periksa hasil scan DNS
Cloudflare otomatis menyalin DNS record yang ada. Cocokkan dengan catatan kamu — pastikan record A untuk domain utama dan www mengarah ke IP server kamu. Awan oranye (Proxied) artinya trafik lewat Cloudflare.
# Contoh DNS record yang menunjuk ke server kamu:
# Type Name Content Proxy
A domainkamu.com 203.0.113.10 Proxied
A www 203.0.113.10 ProxiedKlik Continue. Cloudflare lalu menampilkan dua alamat nameserver milik kamu — inilah kunci dari seluruh proses ini.
Ganti nameserver di tempat beli domain
Cloudflare memberi kamu dua nameserver (nama persisnya unik untuk tiap akun, contoh seperti di bawah). Salin keduanya, lalu buka panel domain di registrar kamu.
Di registrar (Niagahoster, Namecheap, GoDaddy, dll.), cari menu Nameservers / DNS / Manage, pilih Custom / Use custom nameservers, lalu hapus nameserver lama dan masukkan dua nameserver Cloudflare di atas. Simpan.
Tunggu status 'Active'
Kembali ke Cloudflare dan klik Done, check nameservers. Perubahan nameserver butuh waktu menyebar — biasanya beberapa menit sampai 24 jam. Cloudflare mengirim email saat domain sudah Active.
Status Pending Nameserver Update = masih menunggu. Active = sudah jalan lewat Cloudflare.
Mau cek sendiri apakah nameserver sudah berubah? Jalankan lagi perintah tadi — hasilnya harus menampilkan ...ns.cloudflare.com:
# cek nameserver domain kamu sekarang (Mac/Linux)
dig NS domainkamu.com +short
# atau di Windows:
nslookup -type=ns domainkamu.comAktifkan SSL/TLS (HTTPS gratis)
Di sidebar Cloudflare buka SSL/TLS → Overview. Untuk server yang sudah punya HTTPS sendiri (misalnya sudah pasang Let's Encrypt), pilih Full (strict). Kalau server belum punya sertifikat, pilih Full.
| Mode | Pakai kalau… |
|---|---|
| Flexible | Server belum bisa HTTPS sama sekali (kurang aman, hindari). |
| Full | Server punya HTTPS, sertifikat apa saja (termasuk self-signed). |
| Full (strict) | Server punya sertifikat valid (Let’s Encrypt) — paling aman. |
Lalu buka SSL/TLS → Edge Certificates dan nyalakan Always Use HTTPS supaya semua http:// otomatis dialihkan ke https://.
Percepat website: cache & speed
Cloudflare sudah otomatis nge-cache file statis (gambar, CSS, JS). Dua pengaturan opsional yang bagus dinyalakan:
Speed → Optimization → Auto Minify
Perkecil ukuran HTML, CSS, dan JS otomatis.
Caching → Configuration → Brotli
Kompresi modern agar halaman terkirim lebih ringan.
Verifikasi Cloudflare sudah aktif
Buka https://domainkamu.com — harusnya muncul gembok HTTPS. Untuk memastikan trafik benar-benar lewat Cloudflare, cek header responsnya (cari server: cloudflare dan cf-ray):
# pastikan trafik sudah lewat Cloudflare
# (cek header "server: cloudflare")
curl -sI https://domainkamu.com | grep -i "server\|cf-ray"Masih melihat tampilan lama atau error? Sering kali itu cache DNS di perangkat kamu. Bersihkan dengan perintah sesuai sistem operasimu:
# kalau situs belum berubah, bersihkan cache DNS lokal:
# Windows
ipconfig /flushdns
# macOS
sudo dscacheutil -flushcache; sudo killall -HUP mDNSResponder
# Linux (systemd)
sudo resolvectl flush-cachesSelesai!
Website kamu kini lebih cepat, ber-HTTPS, dan terlindungi di balik Cloudflare. Kembali ke panduan deploy.
Kalau ada masalah
| Gejala | Solusi |
|---|---|
| Status terus "Pending" | Nameserver lama belum dihapus, atau salah ketik. Cek lagi di registrar. |
| Error 521 / 522 | Cloudflare tak bisa menjangkau server. Pastikan server hidup & firewall mengizinkan IP Cloudflare. |
| Error 525 (SSL handshake) | Mode SSL salah. Coba ganti Full ↔ Full (strict) sesuai sertifikat server. |
| Redirect loop (ERR_TOO_MANY_REDIRECTS) | Jangan pakai mode Flexible bila server sudah memaksa HTTPS. Pakai Full. |
| Perubahan tidak muncul | Purge cache di Cloudflare + flush DNS di perangkat kamu. |